Ikan-ikan Endemis di Lima Danau

SDCpedia by Maulana Mahendra No Comments »

Endemisitas di Ekosistem Danau-danau Malili sangat tinggi. Pelestarian ekosistem ini harus
dilakukan bersama-sama dan komprehensif.


Kejernihan air Danau Matano telah terlihat begitu raft yang kami tumpangi bergerak menuju Pulau Kucing, setengah jam perjalanan dari Yacht Club, Salonsa. Dari atas geladak, bebatuan dan dasar danau di tepian tampak jelas sebelum akhirnya membiru ketika raft berada di perairan yang lebih dalam.

“Seperti air minum kemasan, bening sekali,”demikian kekaguman Adita Nanda, presenter program Jejak Petualang Trans-TV. Dengan botol air mineral ia pun menyiduk air danau untuk melihat kejernihannya.“Wah jadi ingin minum,” tambahnya.

Komentar senada pasti muncul begitu melihat Danau Matano. Apalagi hijaunya perbukitan dan hutan alami Pegunungan Verbeek di seputar danau menambah keindahannya.

Peter E. Hehanusa, Ahli Limnologi dari LIPI mengatakan, Danau Matano memang memiliki keistimewaan dibandingkan danau-danau lain di Indonesia.‘’Posisi Danau Matano sangat khas, karena letaknya lebih rendah daripada permukaan laut. Ini merupakan

gejala alam yang langka di dunia, yang hanya ditandingi oleh Laut Mati di Lembah Yordan, Yordania,’’ungkap Peter, yang sejak 1973 melakukan penelitian di Sorowako.

Danau Matano terbentuk dari proses tektonik selama jutaan tahun. Para pakar memperkirakan, usianya mencapai empat juta tahun. Dengan luas 16.408 hektar dan kedalaman 594 m, Matano merupakan danau terdalam kedelapan di dunia dan terdalam di Asia Tenggara. Dengan menggunakan metode cakram secchi, Peter E. Hehanussa, G.D. Hafner, dkk pada 2005 mengindikasikan bahwa jarak pandang dalam air di Danau Matano mencapai 25 m.

Selain Matano, terdapat dua danau besar di Sulawesi, yakni Mahalona dengan luas 2.440 hektar dan kedalaman 60 m, serta Towuti dengan luas 56.108 hektar dan kedalaman 200 m. Ketiganya merupakan ekosistem air tawar yang mengalir ke Sungai Larona dan Malili. Ketiga danau inilah yang menjadi sumber air bagi pembang kit listrik tenaga air (PLTA) milik PT Inco, pembangkit listrik yang ramah lingkungan dan ekonomis.

Sebenarnya masih ada dua danau kecil dalam kawasan yang sama, yakni Masapi dan Wawantoa. Sayang, karena aksesnya sulit, dua danau kecil ini jarang dikunjungi masyarakat.

 

Kelima danau tersebut dikenal sebagai Ekosistem Danau-danau Malili (Malili Lakes Ecosystem). Ekosistem ini memiliki endemisitas yang sangat tinggi. Masing­masing danau memiliki spesies endemis yang tidak ada di danau lainnya. Spesies di Matano belum tentu ada di Mahalona dan Towuti, dan sebaliknya.

 

Sebagai ilustrasi, dari 60 spesies copepod, udang, moluska, dan ikan endemis Sulawesi yang ada, hanya satu spesies (udang) yang ada di lima danau tersebut. Towuti misalnya, memiliki 26 spesies endemis Sulawesi, 15 di antaranya tidak terdapat di tempat lain.

Meopudi Tradition

Meopudi Tradition

Beberapa jenis ikan endemis di ekosistem tersebut adalah Tamanka sarasinorum, Oryzias matanansis, dan Dermogenys weberi di Matano, Telmaterina bonti di Mahalona dan Towuti, Paratherina labiosa di Wawantoa, dan Telmatherina celebensis di Mahalona (Ecology of Sulawesi: 1987). Riset-riset yang dilakukan pada 2005-2006 bahkan menunjukkan adanya temuan-temuan baru, baik spesies, sub-spesies, variasi warna, maupun ukuran ikan.

Ancient face of Butini

Ancient face of Butini

Temperatur di Matano dan Towuti juga anomali. Lazimnya, temperatur air di permukaan lebih hangat daripada di kedalaman, namun di Matano dan Towuti lain. Di Towuti misalnya, pada kedalaman 135 m, temperaturnya 1° C lebih hangat daripada di permukaan.

VN:F [1.7.5_995]
Rating: 8.0/10 (2 votes cast)
VN:F [1.7.5_995]
Rating: +2 (from 2 votes)
SDC - Sorowako Diving Club 2008
Entries RSS Comments RSS Log in