Alor: Eastern Indonesia’s Magic Marineland

Expedition by Mega Ihyamuis 5 Comments »

 Taman bawah laut yang memesona, arus yang menantang , dan fenomena arus dingin menjadi cerita seru ekspedisi tim SDC dari Alor.

Jum’at, 23 September lalu, rombongan SDC: Suzanna Zas, Merrylin, Astiany Dachring, dan Megawati Ihyamuis bertolak dari Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar menuju Alor. Akses ke pulau yang terletak di ujung paling timur Nusa Tenggara Timur (NTT) ini adalah melalui Kupang ditempuh selama dua jam penerbangan dari Makassar.

Berhubung saat ini belum ada connecting flight Makassar-Alor, maka kami harus  menginap semalam di Kupang, ibukota NTT. Keesokan harinya penerbangan dilanjutkan ke Alor dengan jarak tempuh 45 menit. Setiba di bandara Mali, Alor, jemputan kendaraan telah siap mengantar kami ke dermaga Alor Kecil. Saat melewati pusat kota Alor, yaitu Kalabahi, perhatian kami tertuju pada angkutan kota yang penuh dengan dekorasi. Masyarakat setempat menyebutnya Bemo. Hampir seluruh jendela didandani stiker bermotif ceria. Sementara dentuman musik membahana dari speaker di bawah kursi penumpang.

Angkutan massal di Alor

Sepanjang jalan menuju desa Alor Kecil,  mata kami disuguhi panorama pantai yang tak pernah ada putusnya, hingga tak terasa 40 menit berlalu dan kami pun tiba di dermaga. Di depan kami, tampak sebuah pulau kecil berpasir putih yang jaraknya tak lebih dari 500m. Inilah Pulau Kepa. Kerena terpisah oleh selat, untuk menjangkau pulau ini menggunakan perahu yang sedari tadi telah menanti.

Penyelaman di Alor kali ini, kami menggunakan jasa La Petite Kepa, dive center milik pasangan kebangsaan Perancis, Cedric dan Anne Lenchat yang telah menetap di Pulau Kepa sejak 1998. Mereka yang mengatur penjemputan kami dari Bandara Mali hingga ke Pulau Kepa.

Menuju Pulau Kepa

Exclusive bungalow di Pulau Kepa

No Current No Life

Motowang adalah dive site perdana yang kami selami, bergabung dengan rombongan penyelam dari Perancis, Jerman, dan Belanda yang juga menjadi tamu La Petite Kepa. Letaknya berada persis di depan tebing yang membentengi Pulau Alor. Kontur bawah lautnya berupa wall yang banyak ditumbuhi soft coral. Beragam jenis invertebrata, seperti Nudibrach dapat ditemui di sini. Ciri lain adanya gua bawah air ukuran 2.5×4 meter. Arus yang terlalu kuat membuat ikan-ikan kecil bersembunyi di balik karang. Sementara kami sempat over exertion mengadapi kencangnya arus dan gagal mengabadikan dua ekor Napoleon wrasse tak jauh di bawah kami. Gambar menjadi shaking akibat posisi yang tidak stabil. Welcoming dive yang cukup memacu adrenalin. Read the rest of this entry »

VN:F [1.9.10_1130]
Rating: 8.0/10 (1 vote cast)
VN:F [1.9.10_1130]
Rating: +2 (from 2 votes)

Nahkoda Baru SDC

SDC Activities, SDC Events by Mega Ihyamuis 2 Comments »

Memperoleh suara mayoritas anggota, Mario Baharuddin  terpilih menjadi ketua SDC yang baru .

Kamis, 11 Agustus kemarin kepengurusan Sorowako Diving Club (SDC) resmi mengalami pergantian ketua. Mario Baharuddin terpilih menahkodai SDC untuk periode dua tahun ke depan (2011-2013) menggantikan Bayu Aji.

Bertempat di Krakatau Resto, acara pemilihan ketua baru yang dirangkaian dengan buka puasa bersama berlangsung penuh keakraban. Dalam laporan Bayu Aji, ketua SDC periode July 2007-July 2011, tercatat beberapa kegiatan monumental SDC dalam rentang waktu kepengurusannya.

Kegiatan tersebut antara lain “Indonesia Reef  2007” yang dipusatkan di Teluk Bone-kerjasama SDC dengan National Geographic Indonesia dan Yayasan Reef Check Indonesia,  upacara peringatan kemerdekaan RI di bawah air, bersih danau, membantu pencarian benda pusaka masyarakat Desa Matano, reef check di Teluk Bone dan Kolonodale, penyuluhan keselamatan penyelaman di Sulawesi Tenggara, underwater fashion show photography, yang mana acara ini selain untuk mengasah keterampilan selam dan foto bawah air anggota SDC, juga merupakan bagian dari upaya promosi keindahan Danau Matano.

Hal yang menggembirakan pula adalah SDC telah memiliki gedung sekretariat baru sejak 2008 lalu. Sebelumnya peralatan ditampung di kediaman salah satu anggota.  Peningkatan lainnya lain berupa hadirnya website SDC yang menjadi sumber informasi kegiatan SDC serta pembelian beberapa unit alat baru.

Kegiatan lain adalah ekspedisi Kepulauan Togian, keikutsertaan SDC dalam pemecahan record selam dunia di Sail Bunaken 2009, dan menjadi tuan rumah ekspedisi selam air tawar Universitas Indonesia pada 2011 memberikan warna dalam jaringan SDC.

 

Dari sisi peminat selam di Sorowako juga mengalami peningkatan. Hal ini terlihat dari keanggotaan SDC terus bertambah dari 20 orang anggota pada 2007 menjadi 86 orang di 2011 ini.

 

”Selamat kepada ketua SDC yang baru. Mari kita dukung kepengurusan yang baru ini untuk melanjutkan program SDC. Semoga club ke depan semakin lebih baik lagi,” ujar Bayu yang diiringi applaus dari anggota.

 

Sementara itu, dalam sambutan perdananya sebagai ketua SDC, Mario Baharuddin mengatakan program SDC ke depan tetap akan mengacu pada tagline organisasi ”Let’s  make our dives fun, safe & meaningful”. ”Jadi selain kegiatan yang sifatnya fun dan dilakukan dengan safety, SDC harus memberi kontribusi kepada lingkungan dan masyarakat,” terang Mario.

Selamat!

VN:F [1.9.10_1130]
Rating: 10.0/10 (1 vote cast)
VN:F [1.9.10_1130]
Rating: +2 (from 2 votes)

Selamat Jalan, Buddy…

SDC Activities by Mega Ihyamuis No Comments »

Tribute to Boy Adhitya

Ia ramah, konsisten, dan punya displin tinggi. Adalah Boy Adhitya, sosok yang tidak asing di Sorowako Diving Club (SDC). Penyelam kawakan ini punya peran penting dalam membesarkan SDC. Menurut rekan se-angkatannya, saat SDC vakum beberapa tahun, Boy merupakan salah seorang yang ikut adil dalam menghidupkan kembali klub ini.

Bahkan tumbuh kembang SDC selanjutnya hingga sekarang ini tidak lepas dari seorang Boy. Figurnya  banyak memberi warna bagi klub. Ia mendorong kegiatan penyelaman tidak sekadar rekreasi tetapi memiliki makna bagi lingkungan dan orang-orang yang hidup dari laut.

Tercatat beberapa kegiatan produktif  SDC seperti Matano clean-up , pemasangan rumpon, tradisi pengibaran merah putih di bawah air setiap HUT kemerdekaan RI, membantu upaya pelestarian benda-benda pusaka Mokole Matano.

Sertifikasi reef check bagi anggota yang dilanjutkan dengan SDC menjadi tuan rumah penyelenggaraan Indonesa Reef 2007 meletakkan pondasi pengetahuan monitoring  kondisi terumbu karang. Boy mengawal kegiatan pengecekan terumbu karang, tidak hanya di Tanjung Mangkasa, Patikala, Bulu Poloe, Tanjung Waru-Waru di Teluk Bone, Luwu Timur tapi memperluas area pemantauan hingga ke Teluk Tomori, Kolonodale-Provinsi Sulawesi Tengah.

Di sela-sela kerja profesionalnya sebagai Manager Exploration&Geology, Ia selalu mendedikasikan waktunya untuk melakukan penyuluhan kepada para penyelam tradisional (penyelam kompresor). Desa Kokoe di Pulau Kabaena, Lasua-sua, Pao Pao, Marapulu, Torobulu, Gililana, antara lain kampung pesisir di Sulawesi Tenggara dan Tengah yang pernah disambanginya.

Boy memang sangat concern terhadap aspek keselamatan penyelaman. Ia tidak kenal kompromi terutama jika ada anggota yang lalai atau mengabaikan standar safety . Batasan itu dipahami mengingat bahwa diving merupakan kegiatan yang penuh resiko. Sebagai Dive Master (malahan sekarang telah menyelesaikan tingkat asisten instruktur) menunjukkan leadership yang kuat dalam setiap aktivitas  penyelaman.

Hal lain, Boy yang senang mengabadikan keindahan bawah laut kemudian menularkan hobi ini ke anggota SDC lainnya. Hasil hunting dari setiap penyelamannya yang ia share ke milis menimbulkan decak kagum sehingga memotivasi kami untuk belajar u/w photo. Hampir setiap weekend, Boy mengajak diving untuk belajar foto (diantaranya underwater fashion photography) atau sekadar me-refresh skill para diver, terutama soal buoyancy.

Menyelam bagi boy sudah menjadi candu. Hampir semua dive site di Indonesia telah dijelajahinya. Dive log-nya mungkin telah terisi ribuan kali penyelaman. Teman-teman yang kerap melakukan perjalanan bersama Boy sering mengagumi frekuensi penyelamannya. Karena itu, beberapa sahabat menyebutnya “the Iron Man”.

Maka dengan kepindahan Boy telah menyisakan rasa kehilangan bagi orang-orang di sekitarnya. Hari ini, 1 July 2010, Boy bersama keluarganya meninggalkan Sorowako, dilepas oleh rekan, kolega, dan sahabatnya dari Dept. Explorasi, tetangga di Salonsa, dan tak ketinggalan para anggota SDC.

Pada pertengahan Juni lalu, dalam acara perpisahan SDC dengan Boy, ketua SDC Bayu Aji mengungkapkan penghargaan dan terima kasih sebesar-besarnya atas kontribusi Boy di SDC.

Bagi kami, sosok Boy telah meninggalkan jejak penting di klub ini. Ia mewariskan kecintaan kepada dunia bawah air dan etos untuk menjaga kehidupan di dalamnya serta disiplin terhadap standar safety dalam setiap kegiatan penyelaman.

Selamat jalan buddy, sukses di tempat yang baru…Sampai jumpa di kedalaman samudera!

VN:F [1.9.10_1130]
Rating: 8.2/10 (5 votes cast)
VN:F [1.9.10_1130]
Rating: +6 (from 6 votes)
SDC - Sorowako Diving Club 2008
Entries RSS Comments RSS Log in