Selamat Jalan, Buddy…

SDC Activities by ihyamm No Comments »

Tribute to Boy Adhitya

Ia ramah, konsisten, berani, dan tegas. Adalah Boy Adhitya, sosok yang tidak asing di Sorowako Diving Club (SDC). Penyelam kawakan ini punya peran penting dalam membesarkan SDC. Menurut rekan se-angkatannya, saat SDC vakum beberapa tahun, Boy merupakan salah seorang yang ikut adil dalam menghidupkan kembali klub ini.

Bahkan tumbuh kembang SDC selanjutnya hingga sekarang ini tidak lepas dari seorang Boy. Figurnya  banyak memberi warna bagi klub. Ia mendorong kegiatan penyelaman tidak sekadar rekreasi tetapi memiliki makna bagi lingkungan dan orang-orang yang hidup dari laut.

Tercatat beberapa kegiatan produktif  SDC seperti Matano clean-up , pemasangan rumpon, tradisi pengibaran merah putih di bawah air setiap HUT kemerdekaan RI, membantu upaya pelestarian benda-benda pusaka Mokole Matano.

Sertifikasi reef check bagi anggota yang dilanjutkan dengan SDC menjadi tuan rumah penyelenggaraan Indonesa Reef 2007 meletakkan pondasi pengetahuan monitoring  kondisi terumbu karang. Boy mengawal kegiatan pengecekan terumbu karang, tidak hanya di Tanjung Mangkasa, Patikala, Bulu Poloe, Tanjung Waru-Waru di Teluk Bone, Luwu Timur tapi memperluas area pemantauan hingga ke Teluk Tomori, Kolonodale-Provinsi Sulawesi Tengah.

Di sela-sela kerja profesionalnya sebagai Manager Exploration&Geology, Ia selalu mendedikasikan waktunya untuk melakukan penyuluhan kepada para penyelam tradisional (penyelam kompresor). Desa Kokoe di Pulau Kabaena, Lasua-sua, Pao Pao, Marapulu, Torobulu, Gililana, antara lain kampung pesisir di Sulawesi Tenggara dan Tengah yang pernah disambanginya.

Boy memang sangat concern terhadap aspek keselamatan penyelaman. Ia tidak kenal kompromi terutama jika ada anggota yang lalai atau mengabaikan standar safety . Batasan itu dipahami mengingat bahwa diving merupakan kegiatan yang penuh resiko. Sebagai Dive Master (malahan sekarang telah menyelesaikan tingkat asisten instruktur) menunjukkan leadership yang kuat dalam setiap aktivitas  penyelaman.

Hal lain, Boy yang senang mengabadikan keindahan bawah laut kemudian menularkan hobi ini ke anggota SDC lainnya. Hasil hunting dari setiap penyelamannya yang ia share ke milis menimbulkan decak kagum sehingga memotivasi kami untuk belajar u/w photo. Hampir setiap weekend, Boy mengajak diving untuk belajar foto (diantaranya underwater fashion photography) atau sekadar me-refresh skill para diver, terutama soal buoyancy.

Menyelam bagi boy sudah menjadi candu. Hampir semua dive site di Indonesia telah dijelajahinya. Dive log-nya mungkin telah terisi ribuan kali penyelaman. Teman-teman yang kerap melakukan perjalanan bersama Boy sering mengagumi frekuensi penyelamannya. Karena itu, beberapa sahabat menyebutnya “the Iron Man”.

Maka dengan kepindahan Boy telah menyisakan rasa kehilangan bagi orang-orang di sekitarnya. Hari ini, 1 July 2010, Boy bersama keluarganya meninggalkan Sorowako, dilepas oleh rekan, kolega, dan sahabatnya dari Dept. Explorasi, tetangga di Salonsa, dan tak ketinggalan para anggota SDC.

Pada pertengahan Juni lalu, dalam acara perpisahan SDC dengan Boy, ketua SDC Bayu Aji mengungkapkan penghargaan dan terima kasih sebesar-besarnya atas kontribusi Boy di SDC.

Bagi kami, sosok Boy telah meninggalkan jejak penting di klub ini. Ia mewariskan kecintaan kepada dunia bawah air dan etos untuk menjaga kehidupan di dalamnya serta disiplin terhadap standar safety dalam setiap kegiatan penyelaman.

Selamat jalan buddy, sukses di tempat yang baru…Sampai jumpa di kedalaman samudera!

VN:F [1.7.5_995]
Rating: 7.8/10 (4 votes cast)
VN:F [1.7.5_995]
Rating: +4 (from 4 votes)

Kampanye Pengenalan Ekosistem Kompleks Danau Malili

SDC Activities by ihyamm 3 Comments »

Memanfaatkan momen perayaan ulang tahun PT Inco ke 41 yang berlangsung di Pantai Ide, SDC menggandeng LSM lokal Citra Alam Towuti (CATI) melakukan sosialisasi pengenalan ekosistem kompeks danau-danau Malili.  

 

Di dalam stand, SDC dan CATI menyediakan berbagai informasi mengenai danau-danau yang ada di Luwu Timur serta biota yang terdapat di dalamnya dalam bentuk poster dan pin. Ada juga klipping berbagai berita mengenai danau serta peta kompleks danau-danau Malili (Matano, Mahalona, Towuti, Wawantoa, dan Masapi) yang diterbitkan oleh Majalah National Geographic Indonesia. 

 Sementara itu, para pengunjung sangat antusias mendengarkan penjelasan Fadly Y. Tantu, peneliti ikan yang lebih dari 10 tahun ini meneliti di kompeks danau Malili. Kepada pengunjung Fadly, mengimbau untuk menjaga danau sebagai habitat ikan-ikan dan udang yang unik&jenisnya hanya di temukan di sini. “Makanya danau-danau di sini banyak diminati oleh peneliti dalam maupun luar negeri, ujar Fadly.

mencermati peta kompleks danau Malili

mencermati peta kompleks danau Malili

 

 

 

 

 

 

PIN menjadi salah satu media kampanye pelestarian habitat biota endemis danau

PIN menjadi salah satu media kampanye pelestarian habitat biota endemis danau

Antusias mendengar penjelasan peneliti Fadly Y Tantu

Antusias mendengar penjelasan peneliti Fadly Y Tantu

 

Salah satu cara untuk menjaga ikan-ikan endemis agar tidak punah misalnya dengan tidak melepas/memasukkan ikan luar ke danau. Sebab dari hasil pantauan dosen Fakultas Perikanan Universitas Tadulako ini menemukan beberapa jenis ikan asing yang telah menghuni Danau Matano, diantaranya lau han, mujair, mas, sapu sapu, nila bahkan ada piranha. Kehadiran ikan-ikan asing tersebut menurut Fadly dikhawatirkan dapat mengancam keberadaan ikan-ikan asli danau, karena akan terjadi persaingan makanan, predasi, penyakit hingga adanya perubahan habitat. Akibatnya dalam jangka panjang ikan asli diprediksi akan hilang dari danau. “Padahal danau beserta biota yang menghuni di dalamnya merupakan kekayaan yang luar biasa dan jika dikelola dengan baik nantinya dapat menjadi salah satu andalan perekonomian daerah,” imbuhnya.   

membaca klipping berita berbagai media

membaca klipping berita mengenai danau yang dimuat berbagai media

 

Ayo kita tangkapi lauhan- lauhan di danau

Ayo kita tangkapi lauhan- lauhan di danau

 

“Kami sangat tertarik dan seharusnya program pendidikan semacam ini dapat menyentuh ke sekolah-sekolah menjadi bahan ajar,” kata salah seorang staf pengajar YPS. Bahkan tim dari sekolah meminta kami untuk dapat mengisi jam pelajaran geografi dan biologi.

 

Rencana program berikutnya diarahkan pada Malili Lakes Complex Goes to School. Hanya perlu penyesuaian waktu peneliti yang lumayan padat. Melalui tindakan nyata, terencana, dan kontinu diharapkan dapat menumbuhkan pemahaman masyarakat, khususnya siswa terhadap lingkungan yang ada sekitar mereka dan bagaimana upaya menjaga kelestariannya.

VN:F [1.7.5_995]
Rating: 6.0/10 (3 votes cast)
VN:F [1.7.5_995]
Rating: +4 (from 4 votes)

Menikmati Pesona Bawah Laut Karang Tengah

SDC Activities by ihyamm 1 Comment »

Menghabiskan libur akhir pekan di bulan Juni 2009, tiga anggota SDC (Mas Ichwan, Mahendra, dan Mega) menyambangi Karang Tengah di Sulawesi Tenggara. 

Tim berangkat dari Sorowako pada Sabtu /27 Juni pukul 17.00 Wita dan tiba di Batu Menggoro sekitar pukul 19.00.  Di sini kami sempat menunggu cukup lama air pasang agar speedboat dapat melaju. Selanjutnya, kami beristirahat di Bulu Poloe hingga pagi menjelang.  

Pukul 07.00 pagi pada minggu 28 Juni.  Speedboat kembali bergerak menerjang ombak Teluk Bone yang saat itu cukup besar. Tak jarang kami berpapasan dengan perahu nelayan maupun club pemancing. Dua jam kemudian, kami tiba di Karang Tengah disambut ratusan ubur-ubur. Kami menyebutnya bayi ubur-ubur karena ukurannya yang kecil-tidak seperti ubur-ubur yang biasa dijumpai. 

Karang Tengah (Foto: Ichwan)

Karang Tengah (Foto: Ichwan)

Di Karang Tengah ini terdapat tujuh gugusan karang. Penyelaman pertama dilakukan di spot yang diberi nama Karang#7B. Begitu kami masuk ke dalam air, ikan-ikan beraneka warna berseliweran seakan ingin menyapa kami. Bentuk karangnya  juga bermacam-macam. Ada yang bercabang, juga pipih mirip kipas. Di sini kita dapat menemukan sponge raksasa pula. Meskipun ada juga bagian karang yang telah hancur karena bom.

clown fish diantara sea anemone

clown fish diantara sea anemone

Setelah survace interval, penyelaman kedua dilakukan di Karang#7C. Wow…spot di sini lebih cantik dari penyelaman pertama. Hard corals dan soft corals berpadu membentuk taman di bawah luat. Sungguh indah!

seekor ikan buntal lg ngumpet di bawah karang

seekor ikan buntal lg ngumpet di bawah karang

Pesona ini semakin lengkap dengan kehadiran mahluk yang ditakuti para penyelam. Ya….Hiu. Di Karang#7C ini kami melihat beberapa ekor hiu, bahkan seekor hiu yang kemudian diidentifikasikan sebagai White tip reef shark itu hilir mudik di dekat kami. Apa mungkin saat itu si hiu sedang berpikir mahluk apa gerangan yang melayang-layang di depannya itu? 

Shark

Shark

 

White tip reef shark

White tip reef shark

 

Waktu yang sangat singkat membuat kami hanya bisa melakukan penyelaman sebanyak dua kali. Pukul 14.00, kami harus kembali ke Sorowako, meskipun belum puas rasanya menikmati keindahan bawah laut Karang Tengah ini.  

 

Lokasi Karang Tengah (Ichwan)

Lokasi Karang Tengah (Ichwan)

 

Bagi rekan-rekan pecinta selam, Karang Tengah salah satu dive site yang layak dicoba, apalagi masih banyak  gugusan karang yang belum dieksplor. Go…Go…Diving!

VN:F [1.7.5_995]
Rating: 6.5/10 (2 votes cast)
VN:F [1.7.5_995]
Rating: +4 (from 4 votes)
SDC - Sorowako Diving Club 2008
Entries RSS Comments RSS Log in